Rumah tidak selalu bangunan
Kalimat pertama yang terlintas di pikiranbanyak orang ketika mendengar kata rumah mungkin sederhana: tempat tinggal. Tempat berdiam setelah lelah bekerja. Tempat tidur ketika malam tiba. Itu tidak salah. Namun rasanya belum cukup. Sebab bagi sebagian orang, rumah tidak berhenti pada definisi saja. Rumah bukan hanya sekadar bangunan yang berdiri di atas tanah, dengan dinding yang kokoh dan atap yang melindungi dari hujan. Rumah adalah tempat di mana hati merasa aman. Tempat di mana kita tidak perlu menjelaskan siapa diri kita, karena keberadaan kita sudah diterima apa adanya. Ada orang yang tinggal di rumah sederhana, bahkan mungkin di bawah jembatan, tetapi ia merasa hangat di dalamnya. Bukan karena bangunannya istimewa, melainkan karena di sana ada keluarga yang saling menguatkan. Dunia luar boleh keras, boleh kotor, boleh tidak adil. Namun di dalam ruang kecil itu, ada tawa, ada pelukan, ada rasa cukup. Dan bukankah itu yang sebenarnya dicari? Sebaliknya, ada pula rumah yang besar, e...